Dokter Nyeri di Makassar
Konsultasi nyeri kronis bersama dokter spesialis saraf dengan pendalaman manajemen dan intervensi nyeri di Makassar.
- Jl. Hertasning 1 Blok E11 No 24B, Makassar, Sulawesi Selatan 90222
- Senin – Sabtu 13.00 – 22.00 WITA (Minggu tutup)
- WhatsApp +62 811-162-331
- Dokter spesialis saraf (Sp.N)
Di Indonesia, penanganan nyeri kronis umumnya ditangani dokter dengan pendalaman manajemen nyeri — sering berlatar spesialis saraf atau anestesi. Di Neuropain, konsultasi nyeri dilakukan oleh dokter spesialis saraf (Sp.N) yang mendalami intervensi nyeri, sehingga penilaiannya mencakup dua sisi sekaligus: apa yang terjadi pada saraf, dan bagaimana sinyal nyeri itu bisa diredakan.
Konsultasi dimulai dengan menelusuri karakter nyeri Anda: sejak kapan, lokasinya, apakah menjalar, apa yang memperberat, dan bagaimana pengaruhnya pada tidur serta aktivitas. Penelusuran ini penting karena nyeri saraf (rasa terbakar, kesemutan, tersetrum) membutuhkan obat dan pendekatan yang berbeda dibanding nyeri otot atau sendi.
Setelah sumber nyeri diperkirakan, dokter menyusun rencana bertahap: mulai dari terapi paling sederhana, lalu meningkat bila respons belum memadai. Anda akan dijelaskan alasan setiap pilihan terapi, perkiraan waktu evaluasi, dan tanda-tanda yang harus membuat Anda kembali lebih cepat.
Kondisi yang ditangani
- Nyeri yang menetap lebih dari 3 bulan
- Nyeri menjalar ke tungkai atau lengan
- Kesemutan, baal, atau rasa terbakar
- Nyeri yang mengganggu tidur
- Nyeri setelah cedera atau operasi
- Nyeri yang tidak membaik dengan obat biasa
Pilihan penanganan
Asesmen nyeri terstruktur
Menggunakan kuesioner nyeri (mis. PainDETECT/LANSS) untuk membedakan nyeri saraf dan non-saraf.
Pemeriksaan neurologis
Menilai kekuatan, refleks, dan sensorik untuk melokalisasi gangguan pada saraf atau tulang belakang.
Rencana terapi bertahap
Kombinasi obat, fisioterapi, modalitas komplementer, dan tindakan intervensi bila diperlukan.
Evaluasi berkala
Skala nyeri dan fungsi dinilai ulang setiap kontrol dan tercatat pada rekam medis elektronik.
Alur berobat
1. Registrasi online atau WhatsApp
Isi form pra-registrasi di halaman Registrasi Online, atau kirim data lewat WhatsApp. Anda memilih dokter dan tanggal kedatangan sesuai jadwal praktik.
2. Anamnesis terarah
Sebelum bertemu dokter, keluhan Anda ditelusuri lewat asisten NeurOn dan (bila keluhannya nyeri) kuesioner nyeri seperti PainDETECT/LANSS, agar waktu konsultasi lebih efektif.
3. Pemeriksaan dokter
Pemeriksaan neurologis menyeluruh: kekuatan otot, refleks, sensorik, dan pemetaan lokasi nyeri. Dokter menentukan apakah perlu pemeriksaan penunjang.
4. Rencana terapi
Pilihan terapi dijelaskan lengkap dengan manfaat dan risikonya — obat, fisioterapi, akupuntur medis, hipnoterapi, sampai tindakan intervensi nyeri bila diperlukan.
5. Kontrol & evaluasi
Perkembangan dicatat pada rekam medis elektronik klinik sehingga setiap kontrol berlanjut dari riwayat sebelumnya, bukan mulai dari nol.
Dokter yang menangani
dr. Achmad Harun Muchsin, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), F.N-Onk, Dipl. of Pain, F.MIN, AIFO-K, Spesialis Neurologi, Konsultan Neuroonkologi, Fellowship Intraoperative Neurophysiology Monitoring, Fellowship Manajemen Intervensi Nyeri, Fellowship Cancer Pain InterventionMenangani tumor otak & saraf serta nyeri kronik/kanker dengan pendekatan intervensi minimal invasif berpanduan USG dan fluoroskopi.
dr. Asriadi Ali, Sp.N., M.A.P., AIFO-K., F.MIN., FIPM., Dipl. of Pain, Spesialis Neurologi & Fellowship Manajemen Intervensi NyeriMenangani nyeri saraf, tulang belakang, dan nyeri kronis dengan prosedur minimal invasif berpanduan USG dan fluoroskopi.
dr. Juliet Christy Gunawan Umbas, Sp.N, Spesialis Neurologi, Sleep PhysicianGangguan tidur & pemeriksaan fungsi saraf
dr. Maria Caroline Wojtyla, Sp.N, FNR, FNE, M.M, AIFO-K, CDFCC, Cht, Spesialis Neurologi, Fellowship Neurorestorasi & Neuroengineering, Certified HypnotherapyPemulihan fungsi saraf dan pemanfaatan teknologi neuro untuk rehabilitasi pasien neurologis.Pertanyaan yang sering diajukan
Layanan terkait
Informasi pada halaman ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.
