Nyeri Punggung & Saraf Kejepit (HNP) di Makassar
Nyeri punggung yang menjalar ke tungkai sering berasal dari saraf terjepit. Penanganannya dimulai dari memastikan lokasi jepitannya.
- Jl. Hertasning 1 Blok E11 No 24B, Makassar, Sulawesi Selatan 90222
- Senin – Sabtu 13.00 – 22.00 WITA (Minggu tutup)
- WhatsApp +62 811-162-331
- Dokter spesialis saraf (Sp.N)
Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan tersering di klinik. Sebagian besar membaik dengan istirahat relatif dan latihan, tetapi bila nyeri menjalar ke bokong dan tungkai, disertai kesemutan atau kelemahan, kemungkinan ada penekanan pada akar saraf — inilah yang awam sebut saraf kejepit atau HNP (hernia nukleus pulposus).
Langkah pertama bukan langsung tindakan, melainkan memastikan tingkat mana yang terkena. Pemeriksaan neurologis menilai pola kelemahan, refleks, dan area baal, lalu dicocokkan dengan gejala. Pemeriksaan pencitraan digunakan bila hasilnya akan mengubah rencana terapi — bukan sebagai rutinitas.
Sebagian besar pasien tidak memerlukan operasi. Terapi dimulai dengan obat yang sesuai jenis nyeri, fisioterapi terarah, dan koreksi aktivitas sehari-hari. Bila nyeri tetap berat atau mengganggu fungsi, tersedia tindakan intervensi nyeri minimal invasif. Operasi dipertimbangkan bila ada defisit neurologis progresif atau tanda bahaya lain.
Kondisi yang ditangani
- HNP lumbal dan servikal
- Skiatika (nyeri menjalar ke tungkai)
- Stenosis kanalis spinalis
- Nyeri punggung bawah mekanik
- Nyeri leher dengan penjalaran ke lengan
- Nyeri punggung pasca-operasi tulang belakang
Pilihan penanganan
Pemeriksaan neurologis terarah
Menentukan setinggi mana akar saraf yang terlibat sebelum memilih terapi.
Terapi obat nyeri saraf
Obat khusus nyeri neuropatik, berbeda dari pereda nyeri biasa yang sering kurang efektif untuk nyeri saraf.
Fisioterapi & latihan stabilisasi
Program latihan untuk menguatkan otot penyangga tulang belakang dan mengurangi kekambuhan.
Intervensi nyeri minimal invasif
Injeksi presisi di sekitar akar saraf untuk mengurangi peradangan dan nyeri, tanpa sayatan besar.
Alur berobat
1. Registrasi online atau WhatsApp
Isi form pra-registrasi di halaman Registrasi Online, atau kirim data lewat WhatsApp. Anda memilih dokter dan tanggal kedatangan sesuai jadwal praktik.
2. Anamnesis terarah
Sebelum bertemu dokter, keluhan Anda ditelusuri lewat asisten NeurOn dan (bila keluhannya nyeri) kuesioner nyeri seperti PainDETECT/LANSS, agar waktu konsultasi lebih efektif.
3. Pemeriksaan dokter
Pemeriksaan neurologis menyeluruh: kekuatan otot, refleks, sensorik, dan pemetaan lokasi nyeri. Dokter menentukan apakah perlu pemeriksaan penunjang.
4. Rencana terapi
Pilihan terapi dijelaskan lengkap dengan manfaat dan risikonya — obat, fisioterapi, akupuntur medis, hipnoterapi, sampai tindakan intervensi nyeri bila diperlukan.
5. Kontrol & evaluasi
Perkembangan dicatat pada rekam medis elektronik klinik sehingga setiap kontrol berlanjut dari riwayat sebelumnya, bukan mulai dari nol.
Dokter yang menangani
dr. Achmad Harun Muchsin, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), F.N-Onk, Dipl. of Pain, F.MIN, AIFO-K, Spesialis Neurologi, Konsultan Neuroonkologi, Fellowship Intraoperative Neurophysiology Monitoring, Fellowship Manajemen Intervensi Nyeri, Fellowship Cancer Pain InterventionMenangani tumor otak & saraf serta nyeri kronik/kanker dengan pendekatan intervensi minimal invasif berpanduan USG dan fluoroskopi.
dr. Asriadi Ali, Sp.N., M.A.P., AIFO-K., F.MIN., FIPM., Dipl. of Pain, Spesialis Neurologi & Fellowship Manajemen Intervensi NyeriMenangani nyeri saraf, tulang belakang, dan nyeri kronis dengan prosedur minimal invasif berpanduan USG dan fluoroskopi.
dr. Juliet Christy Gunawan Umbas, Sp.N, Spesialis Neurologi, Sleep PhysicianGangguan tidur & pemeriksaan fungsi saraf
dr. Maria Caroline Wojtyla, Sp.N, FNR, FNE, M.M, AIFO-K, CDFCC, Cht, Spesialis Neurologi, Fellowship Neurorestorasi & Neuroengineering, Certified HypnotherapyPemulihan fungsi saraf dan pemanfaatan teknologi neuro untuk rehabilitasi pasien neurologis.Pertanyaan yang sering diajukan
Layanan terkait
Informasi pada halaman ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.
